JUST SHOUT!!!

thinking, or without thinking then writing

0 notes

Tiada Alasan Untuk Susah

Roda kehidupan manusia terus berputar. Itulah hidup, yang bermakna pergerakan. Karena tanpa ada gerak berarti kita mati. Jikalau dikatakan hidup seperti 2 sisi mata uang, itu tidaklah tepat. Karena sisi kehidupan itu tak terkira jumlahnya.

Menjalani kehidupan, sadar atau tidak sadar pasti akan menemui halangan, rintangan, permasalahan dan hal yang semacamnya. Keluh kesah sering terdengar dari mulut hingga status Facebook orang. Seakan permasalahan itu adalah pangkal kesedihan. Kosa kata asing mulai bermuculan, mulai dari galau hingga ababil. Hingga sebagian orang mungkin berlomba membanggakan kesusahan yang dialami, seakan hidup penuh perjuangan bermakna hidup penuh kesusahan menghadapai halangan, rintangan dan permasalahan.

Inilah di mana agama tidak tercium baunya. Seakan manusia hidup hanya bersama manusia lainnya. Lalu di mana posisi Tuhan sebagai Sang Pencipta di hati?

Ilmu Islam, adalah ilmu sempurna yang menjelaskan segalanya. Terkandung di dalam ilmu Islam ajaran sebelum diciptakan kehidupan, sebelum diciptakan waktu hingga ajaran tentang yang akan terjadi di masa mendatang. Dalam kehidupan modern ilmu pengetahuan dan teknologi dianggap memudahkan kehidupan manusia. Dalam sepanjang masa, Ilmu Islam sanggup memudahkan, meluruskan dan membahagiakan kehidupan manusia.

Manusia, dihidupkan di dunia oleh ALLOH dan untuk ALLOH. Telah gamblang di Al Quran jikalau manusia diciptakan untuk beribadah kepada-NYA, menjalankan fungsi khalifah di muka bumi ini. Bagaimana caranya? juga sudah terkandung dalam Al quran dan Hadits Rasul. Lalu mengapa harus bersusah?

Patah hati dengan lawan jenis, membangkitkan kekalutan … Bukankah cinta sejati hanyalah cinta NYA, mengapa harus bersusah dengan cinta manusia?

Bencana datang dan riang pun hilang … Bencana adalah bentuk ujian, dan ujian adalah tanda kasih ALLOH kepada hambanya. Mengapa harus bersusah meratapi?

Pusing tujuh keliling menentukan suatu pilihan … Istikharah, adalah tuntunan ketika kita dihadapkan oleh pilihan. Mengapa harus bersusah dalam kebingungan?

Putus asa akibat ribuan kegagalan … Tanyakan pada diri, sudahkah berusaha secara maksimal? Sudahkan mengiringi usaha dengan do’a yang tulus? Kegagalan adalah bentuk hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Tapi bukankah hasil adalah mutlak keputusan ALLOH Azza wa Jalla. Mengapa harus bersusah atas hasil yang diputuskan ALLOH Yang Maha Penyayang?

Dan masih banyak lagi permasalahan yang berujung pada kesusahan manusia. Ingatlah bila kita cinta kepada NYA, niscaya ALLOH juga akan cinta kepada kita. Jikalau begitu apakah ada alasan bagi hati untuk tidak tenteram?

1 note

tiada peran yang lebih hina, tiada peran yang lebih mulia.
mulia adalah ketika optimal dan tulus ikhlas memperjuangkan perannya.
hina adalah ketika setengah hati dan egois menjalankan perannya.

bahkan petani yang bekerja keras menghasilkan makanan untuk rakyat, jauh lebih mulia dibanding petinggi negara yang sempat ber-korupsi.

Adit_SN

0 notes

Tak satu hal pun, yang kita maksudkan baik lalu tak mengandung kesalahan. Tak satu hal pun yang ktia upayakan yang tak membawa kekeliruan. Tak satu hal pun yang kita capai yang tak berkemungkinan menyakiti. Kita menyebut semua keadaan ini manusiawi. Maka hanya pengampunan Tuhan dan sesama yang bisa menyelamatkan kita.
Simpson’s Contemporary Quotations - David Augsburger

0 notes

me no long

dengan kondisi saat ini, tolonglah orang sebanyak-banyaknya. dan tatkala kita butuh pertolongan, maka sebanyak-banyak orang akan menolong kita.

Sebuah pemahaman yang setahu saya itu pernah keluar dari mulut Semar (teman Gareng-Petruk). Yup, bagaimanapun kondisi kita, susah senang, luang sempit, sebisa mungkin tolong lah orang lain. Konsep menolong ini juga menjadi salah satu bagian dari ‘sedekah’ yang sangat luar biasa maknanya.

Ada sedikit pengalaman dari penulis yang terkait dengan menolong ini. Suatu saat penulis ‘menolong’ teman-nya yang meminta pertolongan. Singkat cerita, sang penulis secara langsung dan tidak langsung menjadi korban dari teman itu yang pada akhir cerita menjadi orang yang tidak bertanggung jawab. Alhasil, akibat dari ‘menolong’ itu, nama penulis tercemar dan sang teman kabur tanpa sepatah kata maaf pun.

Ada juga yang lain, ketika penulis berniat ‘menolong’ teman-temannya. Akibat dari pertolongan ini, pekerjaan teman-teman menjadi lebih ringan dan lancar. Pada mulanya teman-temannya menyambut baik pertolongan ini, hingga singkat cerita juga muncul masalah. Dan sengaja ataupun tidak sengaja, penulis-lah yang menjadi objek penyalahan akibat pertolongannya.

Dan sekian cerita lainnya, yang tidak jauh dari cerita sebelumnya.

Sempat muncul perang pemikiran di benak penulis, menolong … perlukah. Apa untungnya, jikalau menolong malah akan memberikan kerugian di pihak penolong. Muncul perang pemikiran lain, yang melahirkan paham ekstrim ‘trust no one’ dan ‘apatis lebih baik’.

Hmmm …. ini bukan jalan yang benar. Ada kesalahan di sini. Apa itu?

Perang pemikiran kembali terjadi hingga akhirnya ada beberapa jawaban. Pertama, perang pemikiran yang berlebihan itu tidak bagus. Namanya juga perang, di mana pun dan kapan pun hanya akan menimbulkan rugi.

Simple and Think Fast

Setidaknya seperti ini lah. Keputusan akan masalah dan eksekusi akan suatu keinginan hendaknya cepat dilakukan. Resiko? Resiko selalu ada, dan resiko itu selalu berimbang antara resiko gagal dan resiko berhasil, antara resiko menimbulkan masalah dan resiko menimbulkan berkah.

Kembali ke ‘menolong’. Ada yang salah. ‘Menolong’ mungkin saja akan menjadi musibah, tapi musibah sekalipun itu bagi diri sang penolong akan menjadi berkah, jika ‘menolong dilengkapi dengan satu hal yang sangat amat penting. Apa itu?

Ikhlas

Ilmu ikhlas, ilmu yang paling susah dipelajari dalam hidup ini. Mulai dari niat, ‘menolong’ lah atas niatan ikhlas demi Ridha ALLOH Azza wa Jalla. Dalam proses ‘menolong’, ikhlaskan segala yang kita korbankan entah waktu, harta, atau pemikiran. Dan setelah menolong, ikhlaskan apa yang menjadi akibat dari kita ‘menolong’. Kita berusaha, ALLOH yang menentukan.

Hasilnya …

Jikalau itu adalah berkah, maka itu adalah ujian bagi kita untuk terus menolong. Jikalau itu musibah, maka itu adalah ujian bagi kita untuk bersabar.

Jangan berhenti menolong, karena menolong tidak menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan.

1 note

tidak paham apa yang dikatakan orang lain, bodohkah? mungkin tidak.
bodoh yang pasti, bila tak paham apa yang dikatakannya sendiri.
Adit_SN

0 notes

Jangan pernah takut dan tunduk kepada siapa pun. Takutlah hanya kepada Allah. Karena yang membatasi kita atas dan bawah hanyalah tanah dan langit.
Negeri 5 Menara

0 notes

jikalau pusing dengan pilihan yang ada, maka buatlah pilihan lain

jikalau hidup itu dibatasi oleh pilihan, maka pilihan itu tidak ada batasnya

Adit_SN